Kenapa NU dan Muhammadiyah Selalu Berbeda Dalam Penentuan Awal dan Akhir Puasa Ramadan
WASTU.ID - Puasa Ramadan adalah salah satu rukun atau ibadah wajib dalam agama Islam yang dilakukan pada bulan Ramadan, yaitu bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah.
Selama bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia berpuasa dari fajar sampai terbenamnya matahari.
BACA JUGA
Kemenag Terbitkan KMA Kuota Haji 1444 H Berjumlah 221.000 Jemaah, Berikut Sebaran dan Ketentuannya
Puasa Ramadan adalah bentuk ibadah yang dilakukan untuk menghormati dan menghormati Allah SWT serta untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan kepatuhan terhadap agama.
Selain itu, puasa ramadan juga mengajarkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama orang-orang yang kurang beruntung.
Selama puasa ramadan, umat Muslim diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual dari fajar sampai terbenamnya matahari.
BACA JUGA
Resep Empal Gentong, Kuliner Khas Cirebon dengan Kuah Lekoh, Begini Cara Masaknya
Selain itu, puasa juga mengajarkan kesederhanaan dan ketekunan, serta mendorong umat Muslim untuk lebih banyak berdoa, membaca Al-Quran, dan beramal kebajikan.
Puasa Ramadan adalah salah satu momen yang sangat dihargai oleh umat Muslim di seluruh dunia, dan biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial seperti tarawih, berbuka puasa bersama, dan memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.
BACA JUGA
Info KIP Kuliah 2023, Segini Besaran Uang Bantuannya
Nu dan Muhammadiyah selalu berbedah dua organisasi Islam ini, memiliki perbedaan dalam menentukan awal dan akhir puasa Ramadan.
Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan metode hisab atau perhitungan dalam menentukan awal bulan Ramadan, karena itu nu dan muhammadiyah selalu berbeda.
BACA JUGA
10 Kegiatan Menyenangkan Saat Hujan, Dijamin Bisa Menghilangkan Bosan