WASTU.ID - Ternyata, stunting di Indonesia masih Lampaui standar WHO.
Stunting secara umum dimaknai sebagai pengerdilan fisik. Yakni tinggi badan anak di bawah normal, serta tidak maksimalnya perkembangan otak pada anak.
Efek stunting ini lebih kepada tidak sempurnanya pertumbuhan fisik atu jasmani anak.
Kondisi jasmani yang tidak sempurna tumbuhnya ini, mengancam masa depan kualitas masa depan sumber daya manusia Indonesia.
BACA JUGA
Ramadan 2023, Kata Ustadz Nasrullah, Begini Cara Umat Islam Menyambutnya
Ini yang membuat pemerintah risau. Sampai Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Target Perpres itu, tahun 2024 prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24.4% menjadi 14 %.
Sementara standar stunting suatu negara dari WHO adalah 20%. Jadi kondisi saat ini prevalensi stunting di Indonesia masih di atas standar WHO.
Begitu seriusnya ancaman stunting, sampai ada lima pilar strategi nasional dalam penanganan stunting.
Dilansir dari cegahstunting.id lima pilar pencegahan stunting sebagai berikut:
BACA JUGA
WAH! Transaksi di Aplikasi KAI Access Berhadiah Umroh Gratis, Simak Caranya di Sini
1. Komitmen dan Visi Kepemimpinan.
2. Kampanye Nasional dan Perubahan Perilaku.
3. Konvergensi Program Pusat,Daerah dan Desa.
4. Ketahanan Pangan dan Gizi.
5. Pemantauan dan Evaluasi.
BACA JUGA
Data WHO, Ada 360 Juta Derita Gangguan Telinga, Cegah dengan Ini
Langkah lebih spesifik penanganan stunting juga digagas. Ada 10 langkah mengatasi stunting pada anak. Ini dilansir genbest.id yakni:
-Perbaiki stunting sebelum usia 2 tahun.
- Berikan ASI terutama masa 0-6 bulan. Atau ASI Eksklusif.
-Perbaiki masalah menyusui bayi. Kaidah menyusuinya harus benar.
-Beri olahan protein hewani pada MP ASI.
BACA JUGA
Kapan THR Cair dan Ketentuan Besarannya Bagi Pekerja di Indonesia Tahun 2023 Menurut Surat Edaran Kemenaker?