WASTU.ID - WHO atau World Health Organization, menetapkan batasan stunting.
Menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat itu kronis jika prevalensi stunting di atas 20%.
Faktanya, Stunting di Indonesia prevelensinya 21.6%. Angkanya masih di atas batasan dari WHO.
Stunting di Indonesia pada kahir tahun 2022, ssbagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, sudah ada penurunan.
BACA JUGA
Bansos BPNT dan PKH Tahap 3 Cair Juli 2023 Berikut ini Besaran Bantuanya
Saat Presiden Joko Widodo mulai menjabat di tahun 2014, angka stunting di Indonesia 37persen. Jauh di atas batasan WHO.
“Sebagaimana disampaikan oleh Menkes, di tahun 2022 angkanya sudah turun menjadi 2q.6 persen,†ujar Presiden Joko Widodo, seperti dilansir website Kemenkes RI.
Kenapa stunting perlu ditangani serius. Sampai presiden mengeluarkan Keppres tentang Stunting?
Ternyata, stunting di Indonesia, terutama yang terjadi pada balita, bisa berlanjut hingga usia dewasa.Â
Agar stunting di Indonesia di bawah standar batasan dari WHO, maka semua keluarga harus bergerak untuk mencegahnya.
BACA JUGA
Prakerja Gelombang 9 Sudah DIBUKA, Berikut 6 Perubahan Program Kartu Prakerja Tahun 2023
Misalnya, langkah agar stunting di Indonesia jumlahnya menurun, juga pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh tidak stunting, harus sedini mungkin dicegah.Â
Ada 2 langkah sebagai upaya pencegahan stunding di Indonesia dengan melakukan:
1. Pola Asuh Tepat
Memberikan pola asuh yang tepat untuk anak meliputi Inisiasi Menyusui Dini atau IMD, memberikan ASI eksklusif untuk bayi hingga usianya genap 6 bulan. Lak lanjutkan menyuaui hingga usianya 2 tahun.Â
2. Optimalkan Pemberian MPASIÂ
BACA JUGA
MANTAP, Beli Motor Listrik Dapat Bantuan Rp 7 Juta dari Pemerintah, Cek di Sini
Makanan Pendamping Asi (MPASI), harus diberikan kepada balita secara teoat dan benarÂ
United Nations Children’s Fund (UNICEF) bersama dengan WHO (World Health Organization) sangat merekomendasikan, bayi yang berusia 6 sampai 23 bulan mendapat asupan makanan pendamping ASI atau MPASI yang tepat dan optimal.Â
Makanan pendamping ASI harus beragam. Setidaknya ada 4 atau lebih dari 7 macam makanan.
Jenis makanan tersebut:
1 Umbi atau serealia
BACA JUGA
10 Kelurahan dengan Angka Stunting Tertinggi di Kota Tasikmalaya, Yuk Kenali Ciri-Cirinya!