WASTU.ID - Kesehatan mental remaja, patut diperhatikan. Selain kesehatan fisiknya, masalah mental tidak kalah penting.
Kita urai dulu agar bisa memahami tentang kesehatan mental remaja ini. Pertama pengertian kesehatan mental.
Dilansir dari yankes.kemenkes.go.id pengertian kesehatan mental ada tiga poin:
• kondisi dimana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri,
BACA JUGA
Cara Mudah Dapat Saldo DANA Gratis Hanya dari Nonton YouTube, Ikuti Tips Seperti Ini
•memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan,
•mampu bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Sedangkan Pengertian remaja dilansir dari Wikipedia mengandung arti manusia yang berumur 13-18 tahun. Pada usia ini tidak termasuk anak-anak dan bukan juga manusia dewasa.
Makanya sering disebut-sebut fase remaja adalah masa usia labil. Sedang berupaya mengokohkan identitas dirinya.
Nah, fase ini sebagai orang tua perlu memahami dan memantaunya. Terutama yang terkait dengan kesehatan mentalnya.
BACA JUGA
Susah Atasi Rambut Rontok?Ini Dia Penyubur Rambut Alami Ampuh Atasi Kerontokan Bikin Rambut Hitam Berkilau
Akhir-akhir ini dalam tayangan hiburan di televisi, atau di medsos, sering didengar ungkapan gaul “kamu kena mentalâ€.
Ungkapan ini biasanya ditujukan pada seseorang yang sedang terpuruk karena sesuatu hal. Misalnya takut, sedih, terkejut dan lain-lain yang merujuk perasaan saat emosi terganggu.
Contoh, dalam sebuah talkshow hiburan. Ada bintang tamu diminta memerankan tokoh tertentu. Meniru gaya bicara, rambut, pakaian, hingga cara berjalan.
Peran bintang tamu lagi bikin heboh penonton, eh tokoh aslinya muncul. Ini membuat kaget bintang tamu tersebut. Host acara tersebut aambil tertawa nyeletuk,â€Lu kena mental!â€
Mental Remaja Harus Sehat
BACA JUGA
Inilah Alasan Mengapa Kucing Mengedipkan Matanya ke Manusia
Kembali ke masalah kesehatan mental remaja. Ini masalah yang penting dibahasa.
Ingat, kalau masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fokus orang tua bagaimana raga bayinya agar sehat, tercukupi asupan gizinya sehingga tidak mengalami stunting.
Nah, fase selepas anak-anak, yaitu remaja, bukan masalah raga atau fisik saja yang vital. Kesehatan mental remaja harus seimbang dengan perhatian kepada kesehatan fisiknya.
Kalau stunting begitu heboh karena merupakan ancaman generasi masa depan. Takut anak nantinya tinggi badannya di bawah rata-rata normal. Risau pembentukan dan perkembangan otaknya tidak optimal.
Nah, fase remaja, tinggal fokus kesehatan mentalnya. Ini vital. Buat apa fisiknya sehat tapi mentalnya sakit. Sama juga ancaman untuk generasi masa depan.
BACA JUGA
5 Tujuan Wisata Unik di Yogyakarta, Cocok Bagi Pecinta Sejarah dan Nuansa Vintage