WASTU.ID - Baru-baru ini, Twitter mengumumkan kebijakan baru yang Membatasi Jumlah Twit  yang dapat dibaca oleh pengguna dalam sehari.
Kebijakan ini diberlakukan oleh pemilik Twitter, Elon Musk, untuk mengatasi penarikan dan manipulasi sistem yang tinggi.Â
BACA JUGA
Viral di Tiktok Pregnancy Nose, Mempengaruhi Muka si Jabang Bayi?
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Musk melalui akun Twitter pribadinya, @elonmusk.Â
Dalam cuitannya, Musk menjelaskan bahwa Membatasi Jumlah Twit tersebut akan menjadi 8.000 twit untuk akun terverifikasi, 800 twit untuk akun yang tidak terverifikasi, dan 400 twit untuk pengguna baru yang tidak terverifikasi.
Namun, tidak lama setelah itu, Musk mengumumkan bahwa Membatasi Jumlah Twit jumlah konten yang dapat dibaca akan ditingkatkan menjadi 10.000 twit untuk akun terverifikasi, 1.000 twit untuk akun yang tidak terverifikasi, dan 500 twit untuk pengguna baru yang belum terverifikasi.Â
BACA JUGA
Pindah Negara Dibayar! Irlandia Rela Membayar Miliaran Rupiah Untuk Orang yang Mau Pindah Kenegaranya
Pengumuman ini memancing berbagai komentar dari netizen Twitter di seluruh dunia, banyak dari mereka yang merasa terbatas dalam menikmati lini masa mereka di platform berlogo biru tersebut.
Dalam situasi ini, pengguna Twitter mulai beralih ke platform media sosial bernama Truth Social.Â
BACA JUGA
Richard Theodore Akhirnya Minta Maaf Setelah Viral Bentak Pemilik Warung di NTT
Truth Social adalah platform yang dibentuk oleh Trump Media & Technology Group pada Oktober 2021.Â
Menurut keterangan yang diberikan di Play Store, Truth Social bertujuan untuk menyediakan platform media yang terbuka bagi pengguna untuk berbagi dan membuat konten tanpa takut merusak reputasi.Â
Platform ini hadir untuk mengatasi kekuatan monopoli dari Big Tech yang sering membatasi dan mempengaruhi suara-suara yang tidak sejalan dengan ideologi perusahaan-perusahaan besar tersebut.
BACA JUGA
Apa Itu Roleplay yang Viral di TikTok, Mengenal Fenomena dan Popularitasnya