WASTU.ID - Olahan daging sapi kaya protein. Bisa cegah stunting. Anda tahu, stunting sedang jadi persoalan di negeri kita.
Apa sebabnya? Karenaangka stunting nasional masih tinggi, 21 %.Sementara itu,standar stunting di suatu negara menurut WHO (World Health Organization) adalah 20%.
BACA JUGA
Ikan Bandeng, Menu Sate Khas Banten, Rasanya Gurih Pisan!
Mencegaj lebih baik daripada mengobati. Begitu kata pepatah. Benar juga. Menangani anak stunting lebih berat. Butuh waktu, edukasi, juga butuh disiplin. Seringnya tantangannya masalah disiplin.
Misalnya memberi makanan tambahan protein hewani untuk baduta (bayi di bawah dua tahun).Â
Jika baduta itu stunting, maka selama 3 bulan, harus diberi tambahan makanan berprotein hewani cukup.kalau tidak disiplin akan sulit berhasil. Harus kembali tambah waktu 3 bulan lagi.
Konsumsi Daging Sapi Olahan
BACA JUGA
Surabi Makanan Khas Bandung yang Tak Boleh Dilewatkan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
Mencegah stunting, sebaiknya baduta yajg sudah mendapat makanan pendamping ASI, selain konsumsi telur, sesekali konsumsi daging sapi olahan. Banyaknya kandungan protein pada daging sapi, juga nutrisi lainnya, bisa membuat kebutuhan gizi baduta terpenuhi.
Harga daging sapi memang mahal. Harga 1 kilo gram daging sapi saat ini Rp150 ribuan. Solusinya beli ke swalayan. Karena bisa beli ukuran 100 gram.Tidak semua diolah, ssbagian saja untuk selingan. Sisanya simpan di kulkas.
BACA JUGA
Ayam Kampung, Menu Bumbu Kecap, Praktis Plus Rasanya Sedap
Bagaimanaolahan daging sapi bisa dikonsumsi baduta? Bisa dengan cara digiling halus. Ini diberikan kepada baduta usia 8 bulan sampai usia 1 tahun.
Olahan daging sapi yang digiling halus, diharapkan membantu selera makanbaduta. Sehingga asupan protein hewaninya tercukupi dan stunting tercegah.
Selain daging, makanan baduta yang protein paling baik adalah ati sapi atau ati ayam. Pemberiannya setelah baduta melewati masa pemberian ASI eksklusif. Yaitu usia 0-6 bulan.
BACA JUGA
Masak Beragam Olahan Tempe, Kandungan Gizinya Top!