WASTU.ID - Data WHO enam tahun lalu, menyebutkan, ada 360 juta orang di dunia menderita gangguan telinga.
Data yang dirilis pada bulan Februari 2017 itu, jumlah penderita gangguan telinga itu 5% dari jumlah populasi penduduk dunia.Â
Gangguan pada telinga diantaranya tuli sebagian (kurang dengar) hingga tuli berat.Â
Kondisi gangguan telinga seperti itu, bisa menghambat proses komunikasi.Â
BACA JUGA
Kapan Proses Daftar KIP Kuliah 2023? Ini Jadwalnya!
Bahkan tidak menutup kemungkinan, karena telinga kurang mendengar, terjadi salah paham dalam dalam mengartikan pesan komunikasi.
Ada beberapa faktor terjadinya gangguan telinga. Bisa gangguan sejak lahir, Terlalu lama dalam suasana bising, ada benda asing masuk dan menyumbat telinga.
Atau karena proses penuaan. Sel-sel sensorik penerima sensasi dengan pada telinga, mengalami degenerasi.
Dilansir dari website promkes.kemenkes.go.id ada 5 langkah menjaga kesehatan telinga:
1. Ibu hamil kalau demam disertai ruam merah pada tubuh, segera periksa ke dokter.
BACA JUGA
Perjalanan Panjang Sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa, Pusat Perdagangan Paling Ramai Di Nusantara
Hindari minum jamu atau obat kalau tidak disarankan dokter.
2. Bayi sebelum berusia 1 tahun hindari diberi susu botol. Ini untuk mengurangi infeksi saluran nafas.Â
Selain itu agar tubaneustacjius (saluran penghubung tenggorokan dengan tekinga tengah) lebih terlatih dan berfungsi baik.
BACA JUGA
Segini Waktu Tempuh Tol Jakarta Cikampek Untuk Mudik Ramadan 2023
3. Kebersihan liang telinga perhatikan.
4. Tidak minum obat dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter.
5. Hindari.mendengarkan suara bising.
BACA JUGA
Takut Keok Lawan AC Milan, Antonio Conte Diminta Kembali Berada di Pinggir Lapangan Saat Menjamu Rossoneri