Begini Gejala Hydrophobia dan Beberapa Langkah Pencegahan Infeksi Rabies - WASTU.ID
WASTU.ID - Di Indonesia, rabies atau yang dikenal sebagai "penyakit anjing gila" masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.Â
Rabies adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Tingkat kematian pasien rabies hampir mencapai 100 persen.
BACA JUGA
Fenomena Cancel Culture di Media Sosial, Beserta Penyebab dan Dampaknya
Dokter @miaayu171_ menjelaskan bahwa virus rabies menyebabkan pasien tidak bisa minum air putih, kondisi ini disebut Hydrophobia, yang berkembang karena virus tersebut ada dalam air liur.
Virus ini menyebar dengan cara memicu kejang otot tak terkendali dan sangat menyakitkan di tenggorokan saat pasien mencoba minum air.
Pasien yang terinfeksi rabies akan takut menelan air karena proses menelan dapat mengurangi penyebaran virus.Â
BACA JUGA
Ini lah Bencana Alam yang Disebabkan Oleh Hujan Deras yang Terus Menerus
Hydrophobia berkembang saat rabies berada dalam tahap lanjut. Karena takut yang ekstrem terhadap air, pasien mengalami dehidrasi yang parah.
Jika Hydrophobia sudah muncul, pengobatan tidak akan efektif lagi, dan kemungkinan besar pasien akan meninggal dalam waktu dekat.Â
BACA JUGA
Strategi yang Terbukti Membantu, Cara Menghafal dengan Efektif untuk Ujian Sekolah
Gejala Hydrophobia sering muncul bersamaan dengan gejala rabies lainnya, seperti hiperaktif, agitasi, kebingungan, kesulitan bernapas, halusinasi visual atau pendengaran, kejang otot, produksi air liur berlebihan, fluktuasi kesadaran, dan kejang.
Jika tergigit oleh hewan liar seperti anjing, kucing, kelelawar, atau monyet, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencuci bekas gigitan atau cakaran dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian menggunakan antiseptik.Â
Selanjutnya, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).
BACA JUGA
Mengoptimalkan dan Mengembangkan Potensi Manusia Melalui Teknologi